http://www.andiekasakya.blogspot.com/

http://www.andiekasakya.blogspot.com/

http://www.andiekasakya.blogspot.com/

http://www.andiekasakya.blogspot.com/

http://www.andiekasakya.blogspot.com/

Sunday, October 23, 2011

Capacity Development : Supporting Disaster Mitigation Activity in Indonesia

Capacity Development : Supporting Disaster Mitigation Activity in Indonesia
Andi Eka Sakya

ABSTRACT

Indonesian's position is very unique. Indonesia is flanked by two continents and two oceans. As one of the biggest archipelagic countries in the world, it consist of more than 17000 islands lies across approximately 6000 km width from east to west and full of volcanic mountain often called ring of fire. That situation, added by the influence of meridional and zonal circulation, affects the complexities of the climate variation in Indonesia. Furthermore, the interaction between the Indian Ocean and te African one, so-called dipole mode, impinges on the weather at western side of the country. In the eastern part, the ENSO phenomenon, frequently induce weather anomaly especially extreme drought.
In addition to that, Indonesia lies on the three dynamic faults so-called Eurasia, Pacific and Indo-Australia plates, which move approaching each other with different speed of dilatation. This alone poses a potent and vulnerable position of Indonesia to the earthquake. Depending on the movement of the plate, because almost of the plate position is within the sea area, the sub-ducted movement often causes tsunami.
Those above condition lay the foundation of the Indonesian's vulnerability to disaster, not only because of weather or climate anomaly but also because of earthquake, tsunami as well as volcanoes. Those disasters easily originate damage and live lost, especially when people do not aware of the cause as to how disaster could happen. The awareness of the incident can lead to the early warning and can also reduce the damages as well as the victims.
This paper reports the activity encompasses the country's resource capability addresses the crucial question on disaster mitigation. It covers human resource development technologically, institutionally as well as organizationally. The ultimate objective is to discuss the steps that have been undertaken related to capacity development with regard to the disaster mitigation.
This paper outlines briefly the type of disasters that potentially occur, followed by the basic approach ion management development on the disaster mitigation. Activities that have been conducted at other institutions be it individually or in coordinated term, is also explained.

Keywords : Disaster prone, Tsunami, Meteorology, Earthquake, Early warning, Capacity building.

(Natural Disasters: Policy Issues and Mitigation Strategies. 2011. Daya Publishing House : New Delhi, India.)

Friday, October 21, 2011

Natural Disasters

NATURAL DISASTERS
POLICY ISSUES AND MITIGATION STRATEGIES



A disaster can be a natural or a man-made hazard that results in large scale physical destruction, human suffering and loss of life. It can be a tragic event resulting from events such as tsunami, earthquakes, floods, catastrophic accidents, fires, explosions, etc. In general, developing countries suffer the most when a disaster hits, primarily because of the lack of management and unpreparedness to meet such eventualities as compared to the developed countries. The capabilities for risk assessment, forecasting, monitoring and early warning systems, emergency management, prevention strategies, improving awareness, political will and a need to involve the professionals, scientific bodies and public-private partnerships are some of the key elements that need urgent attention particularly in the context of the developing countries. In this direction, the strategic thinking is required to unfold scenarios before they really occur so that the road map to human safety could be updated, game plan could be revised and strategic sense could be sharpened to fight natural disasters. It is essential to build joint programmes and win-win partnerships on natural disasters management among the developing countries to prevent human sufferings and the loss of life, to the maximum extent.

The present publication is a follow up of the international roundtable on 'Lessons from Natural Disasters, Policy Issues and Mitigation Strategies' organized at Vellore, India during 8-12 January 2007, by the NAM S&T Centre and the Centre for Disaster Mitigation & Management (CDMM) of the VIT University. It includes 16 research papers including country status reports from 12 developing countries of Asian, African and Latin American regions. The book presents significant insights on various kinds of natural disasters and concerned management strategies for the developing countries and is expected to be of great value for the researchers and professional engaged with the disaster management issues.

Thursday, October 6, 2011

Analisis Trajectory Polutan di Semarang Serta Validasi Model Dispersi Polutan di Jakarta

Buruknya kualitas udara perkotaan tidak hanya disebabkan oleh sumber polutan yang besar, namun sangat dipengaruhi oleh minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya udara sehat.
Kurangnya informasi mengenai transport dan dispersi polutan di daerah turut memberikan andil dalam peningkatan polusi udara akibat pemanfaatan tata ruang yang tidak terarah, baik untuk penempatan lokasi industri maupun pemukiman penduduk. Dengan demikian, risiko bahaya pencemaran udara di suatu wilayah dapat dicegah sedini mungkin.
Tujuan dari kegiatan Analisis Trajectory Polutan di Semarang serta Validasi Model Dispersi Polutan di Jakarta adalah untuk mengidentifikasi polutan akibat kegiatan-kegiatan yang melepaskan emisi polutan, khususnya kegiatan industri di Semarang dan memetakan arah penyebaran polutan serta kegiatan validasi output model dispersi polutan di wilayah Jakarta.
...

Pengembangan Rekayasa Transmitter, Radiosonde, Seismograf dan AWS

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga Laporan Kegiatan Pengembangan Rekayasa Transmitter, Radiosonde, Seismograf dan AWS, dimana pada tahun anggaran 2007 ini mengkhususkan pada rekayasa Automatic Weather Station.
Dengan telah tersusunnya Laporan Kegiatan Pengembangan Rekayasa Transmitter, Radiosonde, Seismograf dan AWS tahun 2007 ini maka kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala BMG, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMG, Sekretaris Utama serta seluruh pejabat Badan Meteorologi dan Geofisika yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini atas bantuan yang diberikan sehingga pelaksanaan Pengembangan Perekayasaan AWS ini dapat berhasil dengan baik meskipun masih ditemui beberapa kekurangan selama kegiatan berlangsung. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada tim kegiatan Pengembangan Rekayasa Transmitter, Radiosonde, Seismograf dan AWS tahun 2007 yang telah bekerja secara maksimal dalam pelaksanaan kegiatan selama tahun 2007.
...

Monday, September 26, 2011

Report "E-Learning Course on Grassroots Innovation Management"

Compiled By :
Andi Eka Sakya
Ressa Mahardika

Introduction
Following the Experts' Group Meeting on Development on E-Learning Course on the Subject of Grassroots Innovation Management held in 16 - 17 September 2008 funded by Japan Fund-in-Trust a sub- subject of a project "Comprehensive Approach to Strengthening Science and Technology Literacy in Asia" Unesco has initiated an e-learning activate activity on the subject of Grassroots Innovation (GRI). The Experts' Group Meeting agreed to develop a set of course materials for delivery on an e-learning platform operation.
During the development of the course materials, there were five experts commit to deliver the lecture. The e-learning activities were conducted from 23 June to 4 August 2009. The arrangement of the broadcasting were facilitated by the Directorate General of High Education, Department of National Education of Indonesia. There were 11 (eleven) lectures given by 5 tutors come from 4 different countries on various subjects ranging from medicine, agriculture and energy. This report compiles all lecture materials, question and answers as well as student assessment. On the final date of the lecture, Unesco also announced an award to visit SRISTI in India for 3 (three) students who actively participated and submitted a good grade of student assignments.

Read More

Thursday, September 15, 2011

Analisis Model Pesawat Pada Kecepatan Subsonik dengan Mengguna

 Andi Eka Sakya, Casmara, A. Herawati

Abstrak

Analisis suatu model pesawat sederhana yang terdiri dari sayap dan fuselage dilakukan dengan menggunakan program komersial USAERO yang dikembangkan berdasar pada persamaan potensial. Sayap model tersebut mempunyai aspect ratio 2.5 dan sudut tepi-depan sayap (sweep angle) 44o. Untuk penelitian ini sayap mempunyai kurva camber dan twist yang diperuntukkan untuk mendapatkan gaya angkat yang tinggi. Perhitungan dilakukan dari bilangan Mach 0.2 dan sudut serang sampai dengan 16o. Perbandingan hasil perhitungan dengan hasil eksperimen yang tersedia dilakukan untuk melihat kemampuan metode perhitungan USAERO. Hasil perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa metode USAERO dapat menangkap dan memprediksi gaya aerodinamik seperti yang diperoleh hasil eksperimen.   

(Proceedings 1999 FTUI Seminar: Quality in Research, UI Depok, 3-6 Agustus 1999, hal. 459-466. ISSN: 1411-1284)

Wednesday, September 14, 2011

Rahasia Allah

Menurut sebuah hikayat, yang diceritakan di suatu khotbah Jum'at, pada zaman dulu tersebutlah seorang raja yang amanah, adil dan bijak. Rakyat di Negara tersebut sangat menyayanginya. Apapun titah sang baginda, tidak ada kasak kusuk yang mengandung sak wasangka tentang niat dibalik perintah tersebut. Rakyat sangat mempercayai bahwa apapun titah baginda merupakan bagian dari proses perbaikan di Negara tersebut.
Suatu saat, sang raja menderita sakit yang sudah agak lama, banyak tabib telah diminta pendapatnya tentang cara-cara penyembuhan dan obat-obat yang diperlukan. Tidak satu pun tabib di Negara tersebut dapat menyembuhkan penyakitnya. Para punggawa istana pun telah berusaha untuk mendapatkan informasi tabib yang sangat mumpuni untuk menyembuhkan penyakit sang raja. Seorang tabib dari Negara tetangga, yang memang sangat terkenal tidak saja dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit, tetapi juga ke-alimannya. Diundanglah tabib tersebut ke istana, untuk mengobati sang raja. Disebutkan bahwa obat bagi sang raja sesungguhnya mudah, karena bisa ditemukan  pada jenis ikan-ikan yang dapat diperoleh di sepanjang pantai Negara sang raja.
Pada hari ketika sang raja bertemu dengan tabib tersebut, tepat pada musim ketika ikan-ikan itu biasanya mudah ditemukan. Bahkan, para nelayan di pantai tersebut mudah sekali mendapatkannya. Pada musimnya ikan-ikan jenis yang disebutkan tabib, biasanya muncul dan menuju ke pantai, untuk kemudian menghilang pada musim berikutnya. Para pembantu raja pun, mendengar jenis obat yang begitu mudah didapatkan, sangat bergembira. Karena, obat mudah ditemukan dan sang raja akan kembali sembuh.
Tetapi disebutkan di dalam cerita itu, bahwa ternyata tidak satu pun ikan-ikan yang biasanya mudah ditemukan itu, didapati oleh siapa pun, baik nelayan maupun para pembantu sang raja. Raja pun semakin parah sakitnya dan akhirnya wafat, tanpa bisa mendapatkan obat yang mujarab tersebut.
Beberapa tahun berjalan. Di Negara tetangga, raja yang bertahta sangat lah lalimnya. Rakyat berharap agar raja tersebut segera meninggal, dan digantikan oleh raja yang jauh lebih baik. Ketidak-adilan, kelaliman dan kekejaman sang raja telah membuat rakyat sangat menderita. Suatu saat dalam perjalanan tahtanya, ia menderita sakit. Tanda-tanda penyakitnya sama persis dengan penyakit raja yang pertama di negara tetangga. Pembantu i istana pun segera memanggil tabib yang dapat memberikan saran jenis obat yang diperlukan. Tabib tersebut, setelah memeriksa jenis penyakit yang diderita oleh sang raja, memberikan resep yang sama. Pada hari sang raja tersebut diberi resep, sesungguhnya  bukanlah musim bagi  jenis ikan tersebut keluar. Akan sulit sekali bagi nelayan untuk menamukannya. Para pembantu dekat sang raja pun membuat sayembara dan akan memberikan hadiah bagi siapa saja yang dapat memberikan obat bagi sang raja.
Masyarakat yang membenci sang raja tetap saja enggan dan tidak tertarik oleh sayembara dan hadiah yang ditawarkan. Saking bencinya, mereka berharap, tidak satu pun ikan akan didapatkan oleh para pembantu dekatnya. Tanpa menunda waktu, para pembantu dekat sang raja, memaksakan diri untuk pergi ke laut, walau pun tidak begitu berharap untuk mendapatkan ikan, mengingat musim itu bukanlah musim ikan-ikan tersebut keluar. Anehnya, setibanya di pantai, para pembantu dekat sang raja mendapati begitu banyak ikan bergeleparan di tepi pantai. Dengan senang dan bangga mereka memperoleh obat bagi sang raja. Dan, sang raja pun akhirnya sembuh.
Di suatu sore yang indah, malaikat bertanya kepada Tuhan: "Ya Allah Azza Wa Jalla, mengapakah rakyat yang sudah menderita Engkau biarkan tetap menderita dengan sembuhnya sang raja, sementara pada masa lalu, rakyat yang berharap bagi sang raja justru Engkau panggil menghadapMu?". "Wahai malaikatKu yang Aku berkahi, raja yang dipenuhi kebaikan itu, ia Kutaburi dengan begitu banyak pahala dan berkah. Ia mempunyai satu kejelekan di masa hidupnya. Aku menginginkan, ia menghadapKu dalam keadaan yang bersih. Ikan-ikan yang menghilang adalah merupakan balasan dari kejelekan itu. Sedangkan raja yang lalim itu, mempunyai satu kebaikan dari berbagai kejahatan, kelaliman dan kemungkaran yang telah ia perbuat terhadap rakyatnya. Keberadaan ikan itu sebagai balasan yang Aku berikan kepadanya. Kiranya engkau memahami maksud dibalik semua kejadian itu, hai para malaikat". Dan, para malaikat pun kembali tersungkur dalam kekhusyukan bersujud dan beristighfar kepada-Nya.
[Bandung, 9 Juni 2007/ Kenangan bagi alm. ananda Satya]

(Andi Eka Sakya. Buletin Dakwah "Bilal", Tahun ke-4 Edisi Desember 2007-Maret 2008. ISSN: 1829-5177. hal. 38)